PASURUAN - Mendapatkan laporan penemuan mayat yg berada di Toko Agustus Pasar Besar Jln. Martadinata Lingk Rt.01 Rw.04 Kelurahan Panggungrejo Kota Pasuruan, Babinsa Kelurahan Mayangan Sertu M. Waki anggota Koramil 0819/25 Gadingrejo bersama anggota dari Polsek Purworejo Dipimpin Kapolsek Purworejo Kompol Teguh Wahono dan anggota dari Tim Identivikasi Polresta Pasuruan mendatangi TKP untuk membantu mengevakuasi korban, Selasa (14/01/2019).


Berdasarkan keterangan saksi Awal mula kejadian pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019 pukul 13.00 wib Bpk. Alim Honoariyo alias Aliem,  44 tahun (keponakan Bpk. Singgih Hariyono) mendatangi Toko Agustus untuk mengecek keadaan Bpk. Singgih Hariyono karena sudah 6 hari tokonya tutup dan dihubungi via telp HP tidak ada jawaban. 

Sesampai di Toko dilihat pintu depan dan belakang dalam keadaan terkunci dari dalam. Selanjutnya Bpk. Aliem meminta bantuan Sdr. Fajar umur 32.thn warga Lingk Rt. 01 Rw. 04 (sekitar Toko Agustus) mengunakan tangga untuk melihat keadaan didalam Toko Agustus, dan dilihat Bpk. Singgih Hariyono tergelatak di salah satu ruangan lantai 2 toko.

Melihat kejadian tersebut, Bpk. Alim Honoariyo alias Aliem meminta tolong warga sekitar dan dibantu warga masyarakat sekitar Toko Agustus termasuk Babinsa Kelurahan Mayangan Sertu M. Waki dan dari pihak Kepolisian - dari Polsek Purworejo dan dari Polresta  berupaya untuk membuka pintu Toko Agustus yg terkunci dengan cara di  donggrak dan linggis serta di grenda akhirnya pintu Toko Agustus berhasil di buka dan ternyata Bpk. Singgih Hariyono sdh dlm keadaan meninggal dunia (bau yg sangat menyengat).

Salah seorang saksi mata, Sugiarto juga mengungkapkan sejak seminggu terakhir, korban hanya berjualan setengah hari saja.

“Ternyata korban sudah tewas dalam keadaan tergeletak di lantai dua. Memang, ia diketahui memiliki riwayat sakit sesak napas. Ia tinggal seorang diri sejak sembilan tahun terakhir usai cerai dengan istrinya,” tutur sugiarto

Kapolsek Purworejo, Kompol Wahono menjelaskan penyebab kematian korban dikarenakan sakit. Jenazah korban sendiri dipastikan langsung akan dimakamkan sebab pihak keluarga enggan untuk dilakukan visum maupun otopsi.(FJ)

0 Komentar